Kapten Maroko Achraf Hakimi memuji kekuatan mental luar biasa timnya. Timnas Maroko sukses merebut tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka menyingkirkan Belanda pada laga hari Senin di Monterrey.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Kami berhasil. Ini tidak mudah. Saya sangat lelah sekarang, tetapi saya sangat bangga dengan tim ini," ujar Hakimi setelah pertandingan selesai.
Berdasarkan jalannya laga, timnas Maroko mendominasi permainan sejak awal. Namun, Belanda mengejutkan lewat gol Cody Gakpo pada menit ke-72. Maroko bangkit dan menyamakan kedudukan lewat sundulan Issa Diop pada masa injury time menit ke-90+1.
"Kami sudah tahu pertandingan seperti apa yang menanti kami. Kami tahu melawan siapa kami bermain. Beberapa hari lalu, kami berkata harus tetap fokus. Kami harus kuat secara fisik dan mental. Kami tidak tahu berapa lama laga akan berjalan," tambah Hakimi.
Menurut bek Paris Saint-Germain tersebut, kekuatan mental menjadi kunci utama. Maroko berhasil bangkit dari ketertinggalan. Laga dramatis ini akhirnya harus diselesaikan melalui drama adu penalti.
Dua eksekutor Belanda gagal mencetak gol. Dua pemain Maroko termasuk Hakimi juga gagal. Kiper Yassine Bounou menjadi pahlawan dengan menepis tendangan lawan. Ismael Saibari kemudian memastikan kemenangan Maroko dengan skor 3-2 dalam adu penalti.
Bagi Belanda, ini adalah kegagalan beruntun kedua lewat adu penalti. Mereka mengalami nasib serupa pada perempat final Piala Dunia 2022 melawan Argentina. Kapten Belanda Virgil Van Dijk mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka.
"Padahal kami sudah berlatih keras untuk ini. Pada akhirnya kami tetap tersingkir," sesal Virgil Van Dijk.