Pemain sepak bola Achraf Hakimi resmi mengajukan banding ke Mahkamah Agung Prancis. Langkah hukum ini diambil setelah pengadilan memperkuat keputusan untuk menyidangkannya dalam kasus dugaan pemerkosaan. Berdasarkan laporan dari AFP yang mengutip sumber dekat, informasi tersebut dikonfirmasi pada hari Jumat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pengadilan Banding Versailles memperkuat keputusan tersebut di tengah bergulirnya kompetisi Piala Dunia. Bek Paris Saint-Germain dan tim nasional Maroko itu dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita pada tahun 2023. Sejak awal prosedur hukum berjalan, sang pemain dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Pengacara sang pemain, Fanny Colin, menolak memberikan tanggapan saat dihubungi. Namun, pada pertengahan Juni, ia sempat menegaskan bahwa kliennya sangat kokoh dalam pembelaannya. Menurut pengacara tersebut, Hakimi memiliki banyak hal untuk disampaikan di persidangan.
Pemain berusia 27 tahun itu juga sempat meluapkan isi hatinya melalui media sosial X. Ia menyatakan bahwa dirinya menunggu persidangan tersebut dengan tidak sabar. "Akhirnya, saya akan bisa berbicara," tulis sang pemain dalam unggahannya.
Achraf Hakimi merupakan pilar penting bagi tim nasional Maroko dan Paris Saint-Germain. Ia baru saja membawa negaranya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Haiti dengan skor 4-2. Juara Liga Champions dua kali ini secara konsisten menyebut tuduhan yang diarahkan kepadanya sebagai kebohongan. Sebelumnya, ia telah mengajukan banding atas perintah hakim instruksi yang menetapkan status sidangnya pada bulan Februari lalu.
Meskipun menghadapi tuduhan serius, sang bek mengaku tetap tenang. Berdasarkan pernyataannya di zona pers pada hari Rabu, ia merasa sedang melewati periode yang sangat baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. "Saya merasa sangat baik. Saya dikelilingi oleh orang-orang baik yang membantu saya fokus pada hal penting. Kebenarannya adalah ini salah satu momen terpenting dalam karier saya. Saya berharap bisa terus seperti ini selama mungkin," kata Hakimi.
Di sisi lain, pihak pelapor menegaskan akan terus mencari keadilan. Pengacara korban, Rachel-Flore Pardo, menyatakan bahwa semua keputusan hukum yang dikeluarkan sejauh ini telah berpihak pada kliennya. Menurutnya, korban akan berjuang sampai akhir untuk mendapatkan keadilan yang adil.
Korban yang menggunakan nama samaran Jeanne sempat berbicara kepada media Prancis, Mediapart. Dalam pernyataan media pertamanya itu, ia menegaskan keinginannya agar persidangan segera digelar. "Saya ingin persidangan untuk membela diri saya, agar suara saya didengar. Saya ingin membuktikan kebenaran. Saya ingin orang-orang memercayai saya," ujar Jeanne.
Kasus ini juga memicu sorotan yang lebih luas terhadap dunia olahraga profesional. Menurut Rachel-Flore Pardo, masih ada jalan yang sangat panjang dalam perjuangan melawan kekerasan seksual di dunia sepak bola pria.