Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, kembali mengambil peran tegas untuk menjaga realitas timnya. Saat penghargaan individu membanjiri para pemain PSG setelah musim lalu yang luar biasa, pelatih asal Spanyol tersebut mengingatkan hal terpenting. Menurutnya, performa di lapangan adalah prioritas utama. Terlebih lagi, klub Paris ini akan menghadapi jadwal padat dengan delapan pertandingan menjelang jeda musim dingin pada 21 Desember.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Saat menjawab pertanyaan mengenai Joao Neves dalam konferensi pers, mantan pelatih Barcelona tersebut menolak membahas individu secara khusus. Ia memilih memperluas sudut pandangnya mengenai situasi tim saat ini. Luis Enrique ingin para pemain tetap menginjak bumi dan tidak terbuai oleh pujian media.
Luis Enrique menyatakan kepuasannya terhadap skuad yang dimiliki saat ini. Namun, ia juga menyimpan kekhawatiran tersendiri. "Saya sangat senang memiliki tim ini, para pemain ini. Tetapi saya juga sedikit khawatir karena ada banyak kebisingan di sekitar tim dan penghargaan individu. Padahal, ini adalah olahraga tim. Perlu mentalitas yang tepat dan kesiapan untuk bekerja sebagai sebuah tim. Ini musim yang berbeda karena ada banyak pengakuan. Hal itu mengkhawatirkan saya karena saya tidak ingin bicara masa lalu, melainkan masa depan. Kurangi penghargaan, dan lebih fokus pada apa yang kita inginkan," ujar Luis Enrique.
Kekhawatiran sang pelatih bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan prestasi terbaru, para pemain PSG memang mendominasi panggung internasional. Setelah Ousmane Dembélé meraih Ballon d'Or pada September, Achraf Hakimi dinobatkan sebagai Ballon d'Or Afrika pada pekan lalu. Kemudian, Lee Kang-in terpilih sebagai pemain terbaik Asia. Keberhasilan ini akan dilengkapi pada 1 Desember melalui penyerahan trofi Golden Boy kepada Désiré Doué sebagai pemain muda terbaik di bawah usia 21 tahun yang berkarier di Eropa.
Secara umum, Luis Enrique tampak dalam suasana hati yang kurang baik pada hari Jumat tersebut. Ia mengabaikan hampir setiap pertanyaan dari media. Ketika ditanya apakah Dembélé akan segera kembali, ia menjawab tidak tahu karena dirinya bukan dokter. Ia juga tidak tertarik membahas apakah Fabian Ruiz, Joao Neves, dan Vitinha sedang berada dalam momen terbaik mereka di PSG.
Mengenai pentingnya peran Joao Neves, pelatih asal Spanyol itu kembali menolak berkomentar panjang. "Saya tidak tahu, seperti biasa. Jika saya menjawab untuk Joao, pertanyaan berikutnya adalah untuk Fabian, dan Mayulu. Itu akan membuat pelatih mendapat masalah," kata Luis Enrique dengan nada ketus.
Terlepas dari kejengkelannya, sang pelatih sadar betul bahwa timnya harus menghadapi Le Havre di Parc des Princes. Ia sangat ingin mengumpulkan kembali seluruh kekuatannya. Menurut laporan internal, Luis Enrique bahkan sempat menjalani sesi latihan yang hanya diikuti oleh enam pemain dan tiga penjaga gawang pada hari Kamis lalu.
Kondisi pincang akibat jeda internasional tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sang manajer. Meski demikian, ia tetap optimistis dengan potensi yang dimiliki anak asuhnya. "Kualitas itu ada, kami percaya pada level kami. Kami selalu berada dalam pemikiran yang sama untuk berkembang. Namun, kami harus memiliki semua pemain," tutur Luis Enrique menutup pernyataannya.