Paris Saint-Germain baru saja meraih kesuksesan besar di kompetisi Eropa beberapa minggu lalu. Klub ibu kota Prancis tersebut sukses mengamankan gelar juara. Kini, kejayaan mereka berlanjut ke panggung internasional. Para pemain mereka tampil bersinar di turnamen dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data statistik terbaru, klub ini memimpin daftar penyumbang gol. Hampir dua minggu sejak turnamen dimulai, mereka menjadi tim dengan variasi pencetak gol terbanyak. Sebanyak enam pemain berbeda dari klub ini telah membobol gawang lawan.
Prancis meraih dua kemenangan penting di fase grup. Dua penggawa Paris Saint-Germain turut menyumbang gol bagi tim nasional mereka. Bradley Barcola mencetak gol saat melawan Senegal yang berakhir dengan skor 3-1. Ousmane Dembélé kemudian menyusul dengan mencetak gol ke gawang Irak dalam kemenangan 3-0.
Pemain muda lainnya juga unjuk gigi dalam kompetisi ini. Ibrahim Mbaye berhasil mencetak gol pembuka untuk Senegal saat menghadapi Prancis. Meski membela negara yang berbeda, kontribusinya menambah daftar panjang ketajaman para pemain klub Paris tersebut.
Tim nasional Portugal yang dihuni banyak pilar Paris Saint-Germain juga memberikan kontribusi besar. Joao Neves mencetak gol cepat pada menit keenam saat melawan Republik Demokratik Kongo yang berakhir imbang 1-1. Sementara itu, Nuno Mendes mencetak gol saat Portugal menang telak 5-0 atas Uzbekistan.
Menurut laporan pertandingan terbaru, Maroko sukses mengalahkan Haïti dengan skor 4-2. Achraf Hakimi menjadi pemain keenam dari klub Paris yang mencetak gol di turnamen ini setelah mencetak gol penyeimbang. Bek kanan tersebut tampil sangat impresif sepanjang pertandingan.
Torehan tersebut membuat Achraf Hakimi mencatatkan sejarah baru bagi negaranya. Ia menjadi pemain Maroko kedua yang mencetak gol sekaligus memberikan umpan matang dalam satu laga Piala Dunia. Catatan sejarah ini sebelumnya diraih oleh Abdeljalil Hadda saat melawan Skotlandia pada tahun 1998.